JENIS ALAT-ALAT TES PSIKOLOGI
(Proyektif Test)
Pengertian
proyeksi tidaklah dapat didefenisikan secara pasti. Munculnya konsep-konsep
yang ingin menerangkan pengertian proyeksi diwarnai dengn problem-problem
mengenai konsep proyeksi itu sendiri. Istilah proyeksi pertama kali dikemukakan
oleh Freud pada awal-awal tahun 1894 dalam tulisannya “The Anxiety Neurosis”
yang mengatakan bahwa : Jiwa manusia memilki potensi untuk mengembangkan
kecemasan yang neurotis di saat dirinya merasa tidak mampu mengatasi
rangsangan-rangsangan atau gairah-gairah seksual. Dorongan ini akan diproyeksikan
ke dunia luar.
Tes
psikologi pada dasarnya adalah alat ukur yang obyektif dan dibakukan atas
sampel tertentu. Tes-tes psikologi mirip dengan tes-tes dalam ilmu-ilmu
lainnya, sejauh observasi dibuat atas sample yang kecil, namun dipilih secara
hati-hati atas perilaku individu.
Tes
Proyektif adalah tes yang mengungkap aspek-aspek psikologis seseorang, di mana
individu memproyeksikan diri dalam suatu objek. Tes ini membutuhkan alat untuk
mengungkap apa yang ada di alam bawah sadar, alatnya berupa kartu, kertas.
SSCT ( Sack Sentences Complation
Test )
Sejarah
SSCT adalah test kepribadian yang bersifat proyektif
yang dikembangkan oleh Joseph Sac dan Sidney Levy bekerjasama dengan lembaga
pelayanan kesehatan mental di New York. Test SSCT ini merupakan salah satu tes
non verbal, SSCT sifatnya sangat sederhana baik pengerjaannya maupun
interpretasinya, jumlahnya terdiri dari 60 item. Dimana masing-masing item
merupakan kalimayt yang belum selesai, tidak terstruktur/ambigu, selanjutnya
subyek berkewajiban menyelesaikan kalimat tersebut dengan cara mengisi atau
mengemukakan kata-kata yang pertama kali muncul dalam pikirannya. Pada awalnya
tes ini digunakan untuk proses terapi setelah perang, seperti yang kita ketahui
bahwa setelah perang banyak veteran perang yang mengalami gangguan jiwa, tes
ini juga dapat membantu biro konseling.
2. Aspek yang
diungkap
Secara garis
besar, aspek-aspek kepribadian yang akan diungkap oleh SSCT ada 4 faktor yaitu:
-
Sikap
individu dalam hubungannya dengan keluarganya
-
Sikap
individu dalam kehidupan sexualnya
-
Sikap
individu dalam hubungannya dengan orang lain atau antar individu
-
Konsep diri
dari individu yang di tes
3. Dasar Teori
Kalimat-kalimat
tak sempurna tersebut dapat merangsang seseorang untuk memproyeksi keadaan atau
isi psikisnya sesuai dengan rangsang yang terdapat/berkaitan dengan isi kalimat
tersebut (aufforderung character), jawaban-jawaban tersebut sifatnya unpre
& conscious.
4.
Cara
penggunaan/penyajian
Dalam penyajian SSCT, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
- Waktu/lama penyajian sekitar 20-40 menit
- Bacakan instruksi, usahakan agar subyek mengerti, bila kurang mengerti beri
penjelasan. Usahakan menekankan bahwa respon yang pertama kali muncul itulah
yang harus dituliskan.
- Perhatikan ekspresi ketika mengatakannya, utamanya kata-kata spontan yang
mungkin muncul ketika mengerjakan.
- Diharapkan hambatan emosi yang muncul bisa disalurkan.
5.
Tekhnik
Skoring
Pemeriksaan dilakukan dengan rating sheet, penyekoran dilakukan
berdasarkan gangguan yang dialami subyek, meliputi:
- Scoring 2 : Bila subyek mengalami gangguan dan membutuuhkan tindakan
terapi.
- Scoring 1: Diperkirakan bahwa subyek mengalami sediikit gangguan dan
mungkin butuh konseling.
- Scoring 0 : Bila tidak ada gangguan
- Scoring x : Bila jawaban subyek meragukan, tidak ada tanda-tanda yang
jelas.
Tiap item dinilai sendiri-sendiri, kemudian item yang mendukung suatu sikap
dinilai bersama lalu di interpretasi.
TES
RORSCHACH
Tes
rorschach merupakan salah satu tes proyektif yang paling populer dikembangkan
oleh psikiatris yang berkembangsaan Swiss bernama Herman Rorschach (1921-1942).
Pertama kali tes ini deskiprisikan pada tahun 1921 dengan melakukan percobaan
pada pasien yang berjumlah 1991, hasil yang memuaskan dari 40 tes ink blot,
hanya 15 bercak tinta.
Tes
rorschach adalah tes yang pertama menerapkan noda tinta pada penyeledikan
diagnostik atas kepribadian secara keseluruhan. Tes rosa ada 10 kartu.
Masing-masing kartu memuat cetakan noda tinta simetris bilateral. Lima noda
tinta diletakkan pada bayangan abu-abu dan hitam saja, dua memadukan beberapa
bayangan pastel.
Aspek yang
dinilai dalam tes rorschach adalah:
1. Kognitif; taraf intelektual,
pendekat, keluasan minat
2. Afektif; emosional, tanggungjawab,
reaksi terhadap stress
3. Fungsi ego; kekuatan ego, area
konflik, defense
Asumsi yang mendasarinya
adalah bahwa seseorang akan rangsangan eksternal kelas berdasarkan persepsi
orang-set khusus dan termasuk kebutuhan, motif dasar, konflik dan bahwa proses
clustering adalah wakil dari proses yang digunakan dalam situasi kehidupan
nyata
Umumnya selama penyelenggaraan tes
rosa, responden ditunjukkan masing-masing noda tinta, satu kali setiap saat dan
diminta untuk memberitahu apa yang dinampakkan oleh noda tinta tersebut. Selain
menyimpan catatan verbal tentang respon terhadap setiap kartoda tinta. Penguji
umumnya mencatat waktu reaksi dan lama respon atau posisi dimana kartu
dipegang, catatan spontan, ungkapan emosional dan perilaku insidental lain dari
responden selama sesi tes tersebut.
Pada waktu
tertentu setelah presentasi 10 kartu, kebanyakan penguji mengajukan pertanyaan
pada individu secara sistematik tentang bagian dan aspek noda tinta terhadap
mana asosiasi diberikan. Selama penyelidikan ini, para responden juga memiliki
kesempatan untuk menguraikan serta menjernihkan respon lebih awal mereka.
MMPI (
MINNESOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY )
1. Sejarah
Minnesota
Multiphasic Personality Inventory ( MMPI 1 dan MMPI 2 ) merupakan salah satu
tes inventory dengan bentuk self report dengan pilihan jawaban “ya” atau
“tidak”. MMPI dikembangkan oleh Strake Hathaway dan J.C Mc Kinley pada tahun
1930an dan pertama kali dipublikasikan pada tahun 1943.
Pada tahun
1989, MMPI direvisi menjadi MMPI-2 mengingat karena ada area yang tidak
tercakup dalam MMPI dan karena ada beberapa item yang sangat tidak
representative untuk digeneralisasikan pada populasi.
2. Aspek yang
diungkap
Adapun
beberapa aspek yang diungkap dari MMPI ini adalah :
-
Membedakan kelompok
normal dan kelompok abnormal
-
Mendiagnosa
atau memeriksa gangguan jiwa
3. Cara
penggunaan/penyajian
Tes ini
hanya boleh di administrasikan oleh ahli-ahli yang kompeten dan berhak, seperti
psikolog atau psikiatrik dengan memberikan buku soal kepada subyek yang berisi
pernyataan-pernyataan yang dijawab benar atau salah. Waktu pengerjaan tes tak
terbatas tapi biasanya 1,5 jam.
4. Tekhnik
Skoring
Scoring
dilakukan dengan menggunakan kunci atau dengan computer. Skor mentah lalu diubah
dalam bentuk skor T ( M=50, SD=10 ) dengan konversi K. Mean-nya adalah
rata-rata skor untuk orang normal setelah itu skor akhir dicocokkan dengan
skala MMPI.
TEST GRAFIS
A. TEST DRAW A PERSON
1.
Sejarah
Draw A
Person Test dikembangkan oleh Karen Macover berdasarkan tes gambar yang
pertama kali dipergunakan oleh
Goodenough pada tahun 1926 yang dinamakan Goodenough Draw A Man Test dan
interpretasinya terutama didasarkan pada kualitas gambar dan jumlah detil
gambar.
Pada tahun
1949 Karen Macover tidak puas dengan system scoring yang dikembangkan oleh
Goodenough, ia lalu mengembangkan evaluasi kepribadian yang berbeda sebelumnya
yang dikenal dengan nama Macover Draw A Person Test yang khusus digunakan untuk
pemeriksaan kepribadian. Pada tahun 1961 dilaporkan bahwa tes`DAP menjadi tes
kedua yang paling sering digunakan dalam rumah sakit, klinik, dan pusat-pusat
konseling.
2.
Aspek yang diungkap
-
Imajinasi : imajinasi seseorang dapat dilihat
dan bagaimana bentuk gambar yang dibuatnya.
-
Emosi : keadaan emosi dapat terlihat dari tekanan
garis besar dan shading dalam gambar.
-
Dinamisme :
dapat dilihat dari totalitas gambar subyek
-
Reality
Function : bagaimana subyek berfungsi terhadap lingkungan sekitarnya
3.
Cara penggunaan/penyajian
Tes DAP ini
disajikan secara individual ataupun klasikal dengan durasi waktu tidak
terbatas, namun biasanya 10 menit. Selama subyek menggambar lakukanlah
observasi, catatlah waktu yang digunakan subyek, pernyataan subyek, ekspresi,
penghapusan, penekanan, penghapusan dan urutan bagian yang digambar
4.
Tekhnik Skoring
Scoring
dilakukan berdasarkan :
-
Penempatan
gambar
-
Garis
-
Ukuran
gambar
B. TEST BAUM
1.
Sejarah
Yang pertama
kali menggunakan test BAUM sebagai alat diagnostic adalah Emil Jucker tahun
1928 di Zurich, dimana dipakai sebagai alat seleksi untuk pekerja-pekerja di
Perusahaan. Kemudian diperbaiki oleh Goodenough dan di inspirasi bahwa pohon
dapat dipakai sebagai alat untuk mengetahui sesuatu tentang kepribadian
seseorang dikemukakan oleh Hendry Starley.
2.
Aspek Kepribadian yang di Ungkap
-
Imajinasi
-
Emosi
-
Dinamisme
-
Reality
function
3.
Cara Penyajian/Penggunaan
Test ini
dapat disajikan secara individual ataupun klasikal, waktunya pun tidak terbatas
tapi biasanya 10 menit. Pada test ini subyek diminta untuk menggambar pohon,
pohon buah. Jangan menggambar pohon pisang, kelapa, beringin, pinus cemara atau
rerumputan. Sebaiknya test ini diberikan bersamaan dengan tes DAP, Wartegg, dan
HTP.
4.
Tekhnik scoring
Scoring di
lakukan berdasarkan :
-
Ukuran
gambar : Besar atau kecil
-
Letak gambar : Kiri, kanan, atas, bawah, tengah
-
Garis : Konsisten, kabur, tebal, tipis,
tekanan berubah
-
Isi : Akar, batang,
daun, bunga, buah, mahkota, dahan, garis tanah.
C. TEST HTP ( House, Tree, Person )
1.
Sejarah
Sebagaimana
tes DAP dan BAUM, HTP ini juga merupakan tes diagnostic dimana dipakai sebagai
alat seleksi untuk pekerja-pekerja di Perusahaan. Kemudian diperbaiki oleh
Goodenough dan di inspirasi bahwa rumah, pohon, orang dapat dipakai sebagai alat
untuk mengetahui sesuatu tentang kepribadian seseorang.
2.
Aspek yang di Ungkap
-
Mengukur
keseluruhan aspek pribadi
-
Mengetahui
interaksi pribadi dengan lingkungan
-
Mengetahui
tingkat intelegensi
-
Keperluan
diagnosis/prognosis dan pekembangan kepribadian setelah diberi treatment.
3.
Cara penggunaan/penyajian
Tes HTP ini
diberikan secara individual dan klasikal, subyek diminta menggambar rumah,
pohon dan orang diatas kertas kosong dengan waktu penyajian dan terbatas tapi
normalnya 10 menit. Sebaiknya tes ini diberikan bersamaan dengan tes DAP, BAUM
dan Wartegg.
4.
Tekhnik Skoring
Scoring
dilakukan berdasarkan :
-
Proporsi
gambar
-
Posisi
gambar
-
Komposisi
gambar
-
Penyelesaian
gambar
-
Bentuk pohon
-
Bentuk orang
-
Bentuk rumah