LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN
Mimbar Akademik Psikologi
FIKI FATIMAH
(14.310.410.1060)
TRI JUMIATI
(14.310.410.1063)
Assalamu'alaikum Wr Wb,
Segala puji dan syukur kami panjatkan
kepada Allah swt. Karena kasih sayang-Nya kita masih bisa bernafas dan menikmati
anugerah kehidupan hingga saat ini, hanya karena pertolongan-Nya juga kami pelaksana
Mimbar Akademik Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dapat
melaksanakan dan mempertanggung-jawabkan kegiatan tersebut. Shalawat serta
salam kepada Nabi Muhammad saw, para sahabat, keluarga dan pengikut
beliau, semoga kita selalu termasuk golongan yang mengikuti jalan keimanan
mereka. Aamiin. Karena telah dilaksananya kegiatan Mimbar Akademik Psikologi Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta pada tanggal 08 Oktober 2015 di ruang
wakil rektor Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Maka pada kesempatan
ini kami dari panitia pelaksana melaporkan pertanggung-jawaban kegiatan
tersebut.
NAMA DAN
TEMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama “ Mimbar Akademik Psikologi Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta ”
Dengan Tema “ Pengelolaan Emosi Secara Cerdas Berdasarkan Tipe Kepribadian ”
WAKTU DAN
TEMPAT
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 08 Oktober 2015 yang
bertempat di ruang wakil rektor Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
TUJUAN
KEGIATAN
Adapun tujuan kegiatan ini adalah
:
1.
Sebagai bentuk realisasi tugas dari Fakultas Psikologi kepada mahasiswa.
2.
Mengerti tipe kepribadian serta mengelolanya dengan cerdas.
3.
Sebagai realisasi program kerja Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi
45 Yogyakarta.
BENTUK
KEGIATAN
Adapun bentuk kegiatan ini adalah:
|
No.
|
Hari/ Tanggal
|
Waktu
|
Kegiatan
|
Tempat
|
|
1.
|
Kamis, 08 Oktober 2015
|
12.30 – 13.30 WIB
|
Mimbar
|
Ruang WaRek
|
PESERTA
KEGIATAN
Peserta kegiatan ini adalah
1. Mahasiswa (i)
Reguler & Kelas karyawan kampus UP 45 Yogyakarta pada
umumnya.
2. Undangan luar kampus UP 45.
PELAKSANA KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan oleh 2 Mahasiswi aktif kelas reguler yang dipandu
oleh dosen Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (Susunan
panitia terlampir I).
DANA DAN
SUMBER DANA
Adapun Dana pemasukan
sebesar Rp. 100.000,00,- (Seratus ribu rupiah).
Dengan sumber dana dari Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta.
Dan dan yang dikeluarkan untuk
kegiatan ini sebesar Rp. 150.000,00,- (Seratus Lima Puluh Ribu
Rupiah ) (Anggaran Dana Terlampir II)
PENUTUP
Demikian Laporan Pertanggungjawaban ini dibuat dan disampaikan, besar
harapan kami semoga mendapat tanggapan yang positif dan dapat diterima dari
semua pihak. Amin Ya Rabbal’alamin.
Yogayakarta, 19
Oktober 2015
PELAKSANA
MIMBAR AKADEMIK PSIKOLOGI UNIVERSITAS
PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA
PELINDUNG : DOSEN FAKULTAS
PSIKOLOGI
PANITIA PELAKSANA :
- FIKI FATIMAH
- TRI JUMIATI
- MARIA MELINDA RAHAIL
- INDA STELLA FAUBUN
- NAUFAL AFIF AL MURSALIN
RINGKASAN MATERI MIMBAR AKADEMIK PSIKOLOGI
UNVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
PENGELOLAAN EMOSI SECARA CERDAS
BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN
Emosi merupakan suatu pengalaman yang nyata dan
disertai dengan penyesuaian diri dalam diri seseorang yang berkaitan dengan
mental, dan fisik yang berwujud suatu tingkah laku yang nampak serta semua
jenis perasaan yang ada dalam diri seseorang, emosi memiliki peran yang sangat
besar dalam dinamika jiwa dan mengendalikan tingkah laku seseorang.
Secara teoritis emosi dokembangkan sejak Charles Darwin, dalam kehidupan sehari-hari
emosi identik dengan rasa marah, perilaku agresif atau ungkapan perasaan yang
meledak-ledak.
Emosi merupakan suatu pengalaman yang nyata dan
disertai dengan penyesuaian diri dalam diri seseorang yang berkaitan dengan
mental, dan fisik yang berwujud suatu tingkah laku yang nampak serta semua
jenis perasaan yang ada dalam diri seseorang, emosi memiliki peran yang sangat
besar dalam dinamika jiwa dan mengendalikan tingkah laku seseorang. Samsu Yusuf
mencontohkan sebagai berikut:
1. Emosi dapat memperkuat semangat. Apabila seseorang merasa puas dan senang
atas hasil yang dicapai.
2. Emosi dapat melemahkan semangat. Apabila timbul rasa kecewa atas kegagalan.
3. Emosi dapat menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar, ketika ada
kegagalan. Ketegangan perasaan, misalnya gugup.
4. Emosi mengganggu penyesuaian sosial, misalnya iri hati dan cemburu.
5. Suasana emosional yang dialami masa kecil, akan mempengaruhi sikapnya baik
terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.
Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk
memotivasi dan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan hubungannya
dengan orang lain.
Kecerdasan emosi (EQ) semakin perlu dicermati karena kehidupan manusia semakin
komplek. Hal ini rupanya membawa dampak yang buruk terhadap kehidupan emosional
seseorang. Hasil survey Daniel Goleman menunjukkan kecenderungan yang sama
diseluruh dunia, bahwa generasi sekarang lebih banyak mengalami kesulitan
emosional dari pada generasi sebelumnya. Mereka lebih kesepian dan murung,
lebih beringas dan kurang menghargai sopan santun, lebih gugup, mudah cemas,
lebih meledak-ledak (impulsif dan regresif). Goleman juga menemukan bahwa
banyak juga orang yang gagal dalam hidupnya bukan karena rendahnya kecerdasan
intelektualnya, karena kurang memiliki kecerdasan emosional, sebaliknya sedikit
orang yang berhasil dalam kehidupan meskipun IQ-nya rata-rata saja, tetapi
kecerdasan emosionalnya tinggi.
Berdasarkan pendapat Goleman (dalam Mutadin,
2002:1) membagi kecerdasan emosional dalam beberapa kemampuan atau aspek yaitu:
1) Mengenali
Emosi Diri yakni kesadaran diri dalam mengenali perasaan sewaktu perasaan
itu terjadi merupakan dasar kecerdasan emosional. Pada tahap ini diperlukan
adanya pemantauan perasaan dari waktu ke waktu agar timbul wawasan psikologi
dan pemahaman tentang diri.
2) Mengelola
Emosi. Mengelola emosi berarti menangani perasaan agar perasaan dapat
terungkap dengan tepat, hal ini merupakan kecakapan yang sangat bergantung pada
kesadaran diri.
3) Memotivasi
Diri. Kemampuan seseorang memotivasi diri dapat ditelusuri melalui hal-hal
sebagai berikut, cara mengendalikan dorongan hati, derajat kecemasan yang
berpengaruh terhadap unjuk kerja seseorang, kekuatan berfikir positif,
optimisme, dan keadaan flow (mengikuti aliran), yaitu keadaan ketika perhatian
seseorang sepenuhnya tercurah ke dalam apa yang sedang terjadi, pekerjaannya
hanya terfokus pada satu objek
4) Mengenali
Emosi Orang Lain. Empati atau mengenal emosi orang lain dibangun
berdasarkan pada kesadaran diri. Jika seseorang terbuka pada emosi sendiri,
maka dapat dipastikan bahwa ia akan terampil membaca perasaan orang lain.
5) Membina
Hubungan Dengan Orang Lain. Membina hubungan dengan orang lain merupakan
keterampilan sosial yang mendukung keberhasilan dalam pergaulan dengan orang
lain. Tanpa memiliki keterampilan seseorang akan mengalami kesulitan dalam
pergaulan sosial.
Jadi kecerdasan emosional merupakan aspek
yang sangat dibutuhkan dalam mengemudi dan dalam kehidupan bermasyarakat,
selain itu masih banyak manfaat kecerdasan emosional yang lain yang bisa
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, selain di lingkungan keluarga, sekolah
dan lingkungan bermasyarakat. Selain itu kecerdasan emosionalah yang memotivasi
kita untuk mencari manfaat, potensi dan mengubahnya dari apa yang kita pikirkan
menjadi apa yang kita lakukan. Karena kecerdasan emosional itu bukan
muncul dari pemikiran intelek yang jernih tetapi muncul dari hati nurani,
sehingga apapun yang muncul dari perasaan akan selalu memberikan
informasi penting yang memotivasi kita untuk mencari potensi yang kita miliki
serta dapat menggunakannya secara baik dan benar. Meskipun Kecerdasan
Emosional ini sifatnya dinamis, tidak tetap dan bisa berobah setiap saat,
tetapi bila kecerdasan ini konsisten dimiliki, maka semakin tua orang
akan menjadi semakin bijaksana, Kecerdasan emosional tersebut sangat
bermanfaat bagi semua golongan umur di semua strata kehidupan,
diantaranya dapat membuat orang tidak depresi, tidak cepat putus
asa, tidak membuat implusif dan agresif, tidak cepat puas, tidak
egois, selalu terbuka pada kritikan, terampil dalam melakukan hubungan sosial,
tidak mudah marah dan lain sebagainya, dan ini semua tentu akan berdampak
positif untuk menghilangkan sosial problem, sebagai dampak negatif globalisasi
yang saat ini banyak terjadi di masyarakat.
LAMPIRAN I
SUSUNAN KEPANITIAN
PELINDUNG
DOSEN
FAKULTAS PSIKOLOGI
PENASEHAT
1.
FX Wahyu W.,S.Psi.MA
2.
Dr. Arundti Shinta, MA
PELAKSANA ACARA
1. Fiki Fatimah
2. Tri Jumiati
LAMPIRAN II
Rincian Dana Pengeluaran
·
Snack peserta Rp.
136.000,00,-
·
FotoCopy Materi Rp.
14.000,00,-
Jumlah Rp.
150.000,00,-
ANGGARAN DANA YANG DIKELUARKAN DALAM
KEGIATAN INI SEBESAR
Rp 150.000,00,-
( seratus lima puluh ribu rupiah )