TENTANG PSIKOLOGI
Contoh Masalah yang terjadi pada kebanyakan Remaja
- Bullying
Masa remaja adalah masa yang ditandai
oleh adanya perkembangan yang pesat dari aspek biologic, psikologi, dan juga
sosialnya.
Tiga factor yang berperan dalam hal
kesehatan mental remaja tersebut adalah :
·
Factor individu ( kematangan
otak dan konstitusi genetic) ex: tempramen
·
Factor pola asuh orang tua di
masa anak dan pra-remaja
·
Factor lingkungan yaitu
kehidupan keluarga, budaya local dan budaya asing.
Dari ketiga factor potensi anak akan
berkembang dengan optimal apabila ditunjang oleh factor fisik dan lingkungan
yang memadai namun factor genetic/konstitusional seperti kurangnya ketrampilan
social seperti rasa takut dan tertekan dirasa paling berpengaruh.
Bullying merupakan salah satu pengaruh
yang kuat dari kelompok teman sebaya serta berdampak pada kegagalan akademik
pada anak.
BULLYING ( peer victimization) merupakan
bentuk perilaku pemaksaan atau usaha menyakiti secara psikologi maupun fisik
terhadap seseorang yang lemah oleh seseorang yang lebih kuat.
Terkadang bullying ini digunakan oleh
para remaja untuk di terima di suatu kelompok ,dan berdampak negative pada diri
anak yang di bully.
Seperti merasa di tidak percaya diri,
sulit bergaul, lalu merasa takut datang ke sekolah lalu absensi menurun dan
konsentrasi berkurang dan bahkan dapat mengakibatkan prestasi menurun.
2. Obsesif – kompulsif
Penyakit yang
menyerang kebanyakan remaja/dewasa pada umumnya yang berkaitan dengan keraguan,
pencemaran, kehilangan dan penyerangan.
Biasanya penderita merasa terdorong
untuk melakukan ritual yaitu tindakan berulang dengan maksut tertentu dan
disengaja.
Seorang remaja wanita yang masih sekolah
dan belum tahu secara mendalam tentang seks ketika ia menjadi korban
pemerkosaan jikaa remaja itu tidak bisa mengimbangi dan tidak bisa menerima
kenyataan mungkin dia akan mengalami obsesif kompulsif dengan mencuci diri atau
mencuci tangan secara terus menerus karna dia menganggap dirinya itu kotor.
Sehingga gangguan ini megakibatkan
remaja yang masih sekolah ini akan mengalami gangguan dalam diri lalu menjalar
ke dalam hidupnya lalu ke sekolah dan pola pikirnya pun sudah terganggu lalu
prestasi menurun bahkan tidak mau sekolah lagi.
3. Fobia (ketakutan)
Kecemasan yang
luar biasa, terus menerus dan tidak realistis, sebagai respon terhadap keadaan
eksternal tertentu.
Fobia bagi sebagian orang pengidap fobia
dirasa susah dimengerti,dan menjadi korban bully an teman sekitarnya.
Fobia merupakan salah satu jenis-jenis
hambatan sukses lainnya.
Bagi anak remaja yang menjadi teman
seorganisasi saya waktu SMK dia takut pada pisang,lalu setiap ada pisang dia
menjadi pusat perhatian untuk di jadikan korban bully atau bulan-bulanan bagi
para teman-teman untuk membuat dia menangis dengan pisang tersebut,dan
mengakibatkan anak itu tidak mau sekolah lagi.
4. Retardasi mental.
Muncul sebelum usia 18 tahun dan
dicirikan dengan keterbatasan substandar dalam berfungsi, yang dimanifestasikan
dengan fungsi intelektual secara signifikan berada dibawah rata-rata (mis., IQ
dibawah 70) dan keterbatasan terkait dalam dua bidang keterampilan adaptasi
atau lebih (mis., komunikasi, perawatan diri, aktivitas hidup sehari-hari,
keterampilan sosial, fungsi dalam masyarakat, pengarahan diri, kesehatan dan
keselamatan, fungsi akademis, dan bekerja.
5. Autisme
Dicirikan dengan gangguan yang nyata
dalam interaksi sosial dan komunikasi, serta aktivitas dan minat yang terbatas
(Johnson, 1997). Gejala-gejalanya meliputi kurangnya responsivitas terhadap
orang lain, menarik diri dari hubungan sosial, kerusakan yang menonjol dalam
komunikasi, dan respon yang aneh terhadap lingkungan (mis., tergantung pada
benda mati dan gerakan tubuh yang berulang-ulang seperti mengepakkan tangan,
bergoyang-goyang, dan memukul-mukulkan kepala).
6. Gangguan ansietas
sering terjadi
pada masa kanak-kanak atau remaja dan berlanjut ke masa dewasa :
a. Gangguan obsesif kompulsif, gangguan ansietas umum, dan fobia banyak terjadi pada anak-anak dan remaja, dengan gejala yang sama dengan yang terlihat pada orang dewasa.
b. Gangguan ansietas akibat
perpisahan adalah gangguan masa kanak-kanak yang ditandai dengan rasa takut
berpisah dari orang yang paling dekat dengannya. Gejala-gejalanya meliputi
menolak pergi ke sekolah, keluhan somatik, ansietas berat terhadap perpisahan
dan khawatir tentang adanya bahaya pada orang-orang yang mengasuhnya.
7. Skizofrenia
a. Skizofrenia anak-anak jarang terjadi dan sulit didiagnosis. Gejala-gejalanya
dapat menyerupai gangguan pervasif, seperti autisme. Walaupun penelitian
tentang skizofrenia anak-anak sangat sedikit, namun telah dijumpai perilaku
yang khas (Antai-Otong, 1995b), seperti beberapa gangguan kognitif dan perilaku,
menarik diri secara sosial, dan komunikasi.
b. Skizofrenia pada remaja merupakan hal
yang umum dan insidensinya selama masa remaja akhir sangat tinggi.
Gejala-gejalanya mirip dengan skizofrenia dewasa. Gejala awalnya meliputi
perubahan ekstrim dalam perilaku sehari-hari, isolasi sosial, sikap yang aneh,
penurunan nilai-nilai akademik, dan mengekspresikan perilaku yang tidak
disadarinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar