Makrab fak. psikologi

Makrab fak. psikologi

Minggu, 22 November 2015

psikologi umum

TENTANG PSIKOLOGI
Contoh Masalah yang terjadi pada kebanyakan Remaja


  1. Bullying

Masa remaja adalah masa yang ditandai oleh adanya perkembangan yang pesat dari aspek biologic, psikologi, dan juga sosialnya.
Tiga factor yang berperan dalam hal kesehatan mental remaja tersebut adalah :
·         Factor individu ( kematangan otak dan konstitusi genetic) ex: tempramen
·         Factor pola asuh orang tua di masa anak dan pra-remaja
·         Factor lingkungan yaitu kehidupan keluarga, budaya local dan budaya asing.
Dari ketiga factor potensi anak akan berkembang dengan optimal apabila ditunjang oleh factor fisik dan lingkungan yang memadai namun factor genetic/konstitusional seperti kurangnya ketrampilan social seperti rasa takut dan tertekan dirasa paling berpengaruh.
Bullying merupakan salah satu pengaruh yang kuat dari kelompok teman sebaya serta berdampak pada kegagalan akademik pada anak.
BULLYING ( peer victimization) merupakan bentuk perilaku pemaksaan atau usaha menyakiti secara psikologi maupun fisik terhadap seseorang yang lemah oleh seseorang yang lebih kuat.
Terkadang bullying ini digunakan oleh para remaja untuk di terima di suatu kelompok ,dan berdampak negative pada diri anak yang di bully.
Seperti merasa di tidak percaya diri, sulit bergaul, lalu merasa takut datang ke sekolah lalu absensi menurun dan konsentrasi berkurang dan bahkan dapat mengakibatkan prestasi menurun.

2.       Obsesif – kompulsif

Penyakit yang menyerang kebanyakan remaja/dewasa pada umumnya yang berkaitan dengan keraguan, pencemaran, kehilangan dan penyerangan.

Biasanya penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual yaitu tindakan berulang dengan maksut tertentu dan disengaja.

Seorang remaja wanita yang masih sekolah dan belum tahu secara mendalam tentang seks ketika ia menjadi korban pemerkosaan jikaa remaja itu tidak bisa mengimbangi dan tidak bisa menerima kenyataan mungkin dia akan mengalami obsesif kompulsif dengan mencuci diri atau mencuci tangan secara terus menerus karna dia menganggap dirinya itu kotor.
Sehingga gangguan ini megakibatkan remaja yang masih sekolah ini akan mengalami gangguan dalam diri lalu menjalar ke dalam hidupnya lalu ke sekolah dan pola pikirnya pun sudah terganggu lalu prestasi menurun bahkan tidak mau sekolah lagi.


3.     Fobia (ketakutan)

Kecemasan yang luar biasa, terus menerus dan tidak realistis, sebagai respon terhadap keadaan eksternal tertentu.
Fobia bagi sebagian orang pengidap fobia dirasa susah dimengerti,dan menjadi korban bully an teman sekitarnya.
Fobia merupakan salah satu jenis-jenis hambatan sukses lainnya.

Bagi anak remaja yang menjadi teman seorganisasi saya waktu SMK dia takut pada pisang,lalu setiap ada pisang dia menjadi pusat perhatian untuk di jadikan korban bully atau bulan-bulanan bagi para teman-teman untuk membuat dia menangis dengan pisang tersebut,dan mengakibatkan anak itu tidak mau sekolah lagi.


4.     Retardasi mental.

Muncul sebelum usia 18 tahun dan dicirikan dengan keterbatasan substandar dalam berfungsi, yang dimanifestasikan dengan fungsi intelektual secara signifikan berada dibawah rata-rata (mis., IQ dibawah 70) dan keterbatasan terkait dalam dua bidang keterampilan adaptasi atau lebih (mis., komunikasi, perawatan diri, aktivitas hidup sehari-hari, keterampilan sosial, fungsi dalam masyarakat, pengarahan diri, kesehatan dan keselamatan, fungsi akademis, dan bekerja.

5.       Autisme

Dicirikan dengan gangguan yang nyata dalam interaksi sosial dan komunikasi, serta aktivitas dan minat yang terbatas (Johnson, 1997). Gejala-gejalanya meliputi kurangnya responsivitas terhadap orang lain, menarik diri dari hubungan sosial, kerusakan yang menonjol dalam komunikasi, dan respon yang aneh terhadap lingkungan (mis., tergantung pada benda mati dan gerakan tubuh yang berulang-ulang seperti mengepakkan tangan, bergoyang-goyang, dan memukul-mukulkan kepala).

6.     Gangguan ansietas

sering terjadi pada masa kanak-kanak atau remaja dan berlanjut ke masa dewasa :

a. Gangguan obsesif kompulsif, gangguan ansietas umum, dan fobia banyak terjadi pada anak-anak dan remaja, dengan gejala yang sama dengan yang terlihat pada orang dewasa.

b. Gangguan ansietas akibat perpisahan adalah gangguan masa kanak-kanak yang ditandai dengan rasa takut berpisah dari orang yang paling dekat dengannya. Gejala-gejalanya meliputi menolak pergi ke sekolah, keluhan somatik, ansietas berat terhadap perpisahan dan khawatir tentang adanya bahaya pada orang-orang yang mengasuhnya.


7.     Skizofrenia

a. Skizofrenia anak-anak jarang terjadi dan sulit didiagnosis. Gejala-gejalanya dapat menyerupai gangguan pervasif, seperti autisme. Walaupun penelitian tentang skizofrenia anak-anak sangat sedikit, namun telah dijumpai perilaku yang khas (Antai-Otong, 1995b), seperti beberapa gangguan kognitif dan perilaku, menarik diri secara sosial, dan komunikasi.


b. Skizofrenia pada remaja merupakan hal yang umum dan insidensinya selama masa remaja akhir sangat tinggi. Gejala-gejalanya mirip dengan skizofrenia dewasa. Gejala awalnya meliputi perubahan ekstrim dalam perilaku sehari-hari, isolasi sosial, sikap yang aneh, penurunan nilai-nilai akademik, dan mengekspresikan perilaku yang tidak disadarinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar